Beginilah Generasi Terbaik Mengajarkan

  • 0
Sejak kecil Anas bin Malik sudah ditumbuhkan rasa cintanya terhadap Rasulullah. Beliau merupakan penduduk kota Yatsrib yang sekarang berganti nama menjadi Madinah. Ibunya yang bernama Ummu Salamah sangat kuat menanamkan nilai-nilai ke-Islaman kepada beliau. Meskipun ayahnya sempat menentang Ummu Salamah untuk masuk ke dalam Islam, keteguhan hati yang dimiliki oleh Ummu Salamah mampu bertahan dalam keimanannya sekaligus mengajak anaknya, Anas bin Malik untuk tetap mencintai Rasulullah.

Kecintaan yang besar terhadap Rasulullah semenjak masa kecilnya menjadikan Anas sebagai orang yang selalu merindukan kehadiran Rasulullah yang pada masa itu belum berhijrah ke Madinah. Setiap hari penduduk kota Yatsrib mengabarkan berita gembira akan datangnya Rasulullah ke kota Yatsrib, namun hal itu tak kunjung datang. Hingga pada akhirnya Rasulullah bersama Abu Bakar telah dekat dengan Yatsrib, para penduduk kota segera bersiap menyambut kedatangan Rasulullah termasuk Anas dan ibunya. 

Sesampainya di Yatsrib, Ummu Salamah mendatangi beliau dan berkata, ”Ya Rasulullah, orang-orang Ansar baik lelaki mahupun perempuan telah memberikan hadiahnya kepada tuan. Tetapi saya tidak memiliki apa-apa untuk saya hadiahkan kepada tuan kecuali anak saya ini. Maka ambillah dia berkhidmat kepada tuan untuk membantu apa yang tuan maukan.” Hadiah ini diterima oleh Rasulullah dengan senang hati. Di usianya yang kesepuluh, Anas bin Malik sudah hidup berdampingan dengan Rasulullah SAW.

Keteladanan ibunya juga merupakan contoh bagi setiap Muslimah. Ketika suaminya wafat, Abu Thalhah datang kepada beliau dan siap untuk meminangnya. Namun karena pada saat itu Abu Thalhah masih dalam kemusyrikan, Ummu Salamah menolak pinangan dan berkata “Sungguh tidak pantas seorang musyrik menikahiku. Tidakkah engkau tahu, wahai Abu Thalhah, bahwa berhala-berhala sesembahanmu itu dipahat oleh budak dari suku anu, jika kau sulut dengan api pun, ia akan terbakar”. Abu Thalhah kembali ke rumah dan memikirkan perkataan Ummu Salamah. Dan kemudian ia kembali lagi dan menyatakan ke-Islamannya. Ummu Salamah hanya meminta mahar ucapan syahadat.

Kedekatan Anas terhadap Rasulullah sangat mempengaruhi kehidupan Anas. Hampir setiap hari Anas berinterkasi dengan Rasulullah sehingga beliau mengetahui segala sesuatu yang dikerjakan oleh Rasulullah. Dalam hal ibadah, beliau lah orang yang paling bagus ibadahnya. Bahkan Abu Hurairah berkata “Saya belum pernah melihat orang yang menyerupai solatnya Rasulullah kecuali Ibn Ummu Sulaim (maksudnya Anas)”.

Anas berkata, “Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik akhlaqnya, lapang dadanya, dan banyak kasih sayangnya. Suatu saat beliau menyuruhku untuk suatu keperluan, ketika aku berangkat, aku tidak menuju ke tempat yang Rasul inginkan, namun aku pergi ke tempat anak-anak yang sedang bermain di pasar dan kemudian ikut bermain bersama mereka. Ketika aku telah bersama mereka aku merasa ada seseorang berdiri di belakangku dan menarik bajuku, maka aku menoleh, ternyata dia adalah Rasulullah. Dengan senyum beliau menegurku: “Ya Unais (panggilan kesayangan) apakah kamu sudah pergi ke tempat yang aku perintahkan?” Aku gugup menjawabnya: “Ya, ya Rasul, sekarang aku akan berangkat”. Demi Allah aku telah menjadi pembantunya sepuluh tahun, tidak pernah aku mendengar ia menegurku: “Mengapa kamu lakukan ini dan itu, atau mengapa kamu tidak melakukan ini atau itu?”
Anas merupakan seorang ulama yang sangat rendah hatinya, seorang bangsawan yang sangat murah amalnya. Rasulullah pernah memanjatkan doa khusus bagi Anas, “Ya Allah berilah rizki kepadanya harta dan anak, dan berkahilah”. Doa ini terkabul dan Anas hidup sampai usianya yang ke-103 tahun dengan mempunyai anak yang banyak dan disertai harta kekayaan yang cukup.

Beginilah generasi terbaik mengajarkan kita, bahwa dakwah bukanlah sesuatu yang selalu dilaksanakan dengan cara yang keras. Terkadang kita membutuhkan kelembutan hati seseorang untuk bisa memasukkan Islam secara kaffah kedalamnya. Apa yang Anas terima sebagai pelayan sekaligus sahabat terdekat Rasulullah merupakan sesuatu yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain.