Kontribusi Ahmad Dahlan dalam Membangun Pendidikan

  • 0

Sang Pencerah


Lahirnya pendidikan di Indonesia bukanlah perkara yang mudah, mengingat Indonesia adalah bangsa yang dijajah oleh bangsa asing sekitar 350 tahun lamanya. Pendidikan pada saat itu hanya terbatas pada kalangan tertentu, orang-orang pribumi hanya diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan berat sedangkan para keturunan ningrat mempunyai kesempatan yang besar untuk mengenyam pendidikan semenjak usia dini. Bukan hanya dijajah secara lahir, bangsa Indonesia juga mengalami berbagai macam tekanan dalam bentuk psikologi sehingga mental yang berkembang di masyarakat Indonesia pada masa itu sangatlah rendah. Pada masa itu Indonesia juga bisa dikatakan sedang mengalami masa keterbelakangan mental.

 Karena kurangnya pengetahuan bangsa Indonesia mereka menjadi semakin susah dalam mencapai kemerdekaan. Perjuangan saat itu hanya bersifat kedaerahan, belum ada keinginan untuk bersama-sama mengusir penjajah. Semangat ini baru muncul ketika ada sejumlah pemuda Indonesia yang menimba ilmu ke luar negeri dan kembali ke Indonesia dengan membawa sebuah semangat baru, semangat nasionalisme. Atas dasar keinginan untuk melepaskan diri dari penjajahan dan pembodohan, sekelompok pemua tersebut bergerak maju untuk menyuarakan semangat barunya.

Pada tahun 1912, terbentuk sebuah kelompok yang bernama Muhammadiyah, kelompok ini merupakan bentukan dari KH Ahmad Dahlan beserta para pengikut setianya. Muhammadiyah merupakan organisasi yang bergerak di bidang kemasyarakatan dan pendidikan. Awalnya organisasi ini dibentuk untuk menjaga dan mendidik umat Islam agar mempunyai pemikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebelumnya Ahmad Dahlan bergabung di Boedi Utomo, organisasi yang melahirkan tokoh-tokoh nasionalis. Disini Ahmad Dahlan belajar banyak dan mengembangkan ilmunya. Ahmad Dahlan juga sempat mengajar di sekolah Belanda yang muridnya merupakan anak dari para priyayi. Setelah dirasa cukup, Ahmad Dahlan kemudian membuat sebuah sekolah modern. Disini Ahmad Dahlan menggunakan konsep sekolah yang hampir sama dengan yang dilakukan oleh Belanda, yakni dengan menggunakan meja dan kursi serta papan tulis, bukan seperti sekolah-sekolah tradisional pada umumnya. Kritik pun meluncur tajam, ada yang menyebut Ahmad Dahlan sebagai antek Belanda, bahkan ada yang mengatakan beliau telah menyimpang dari ajaran Islam karena mengikuti Belanda. Namun hal ini tidak membuat semangat Ahmad Dahlan menjadi surut. Dengan ditemani istri tercinta, Siti Walidah, Ahmad Dahlan mampu melewati berbagai macam tuduhan dan fitnah yang menyerang dirinya.

Perjuangan Ahmad Dahlan dalam mendirikan dan mempertahankan sekolah patut dibanggakan, karena pada masa itu pendidikan sangat susah didapat oleh para rakyat biasa, sekolah rakyat pun belum terlalu memadai. Maka dengan hadirnya sekolah, bangsa Indonesia mempunyai peluang untuk berpikir lebih maju. Masyarakat yang buta huruf kian menurun dan nilai intelektualitas bangsa Indonesia kian meningkat.

Kini sekolah-sekolah Muhammadiyah tersebar luas di seluruh pelosok nusantara, bukan hanya sekolah, ada juga Rumah Sakit, Masjid, Rumah Yatim yang dibangun. Tentunya semua ini tidak lepas dari kegiatan utama Muhammadiyah sebagai organisasi Islam dalam menyampaikan dakwah Islam. Muhammadiyah terkenal dengan ajarannya yang kontemporer karena setiap permasalahan dikaji secara mendalam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan juga bersumber dari fatwa para ulama terdahulu.